Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) secara resmi menyoroti urgensi bagi para pelaku industri pariwisata nasional untuk lebih agresif menggarap peluang pasar wisata ramah muslim. Langkah strategis ini dinilai krusial untuk memperkuat posisi Indonesia di peta pariwisata global sekaligus memaksimalkan kontribusi sektor terhadap devisa negara.
Potensi Ekonomi dan Ekspansi Pasar Global
Pertumbuhan populasi muslim dunia dan meningkatnya kebutuhan akan fasilitas penunjang yang sesuai dengan syariat menciptakan ceruk pasar bernilai miliaran dolar. Pelaku industri agen perjalanan didorong untuk tidak hanya fokus pada destinasi konvensional, tetapi juga menyediakan paket perjalanan yang secara komprehensif memerhatikan aspek kehalalan kuliner, ketersediaan tempat ibadah, hingga akomodasi bersertifikasi.
- Peningkatan penyediaan fasilitas ramah muslim di berbagai destinasi prioritas nasional.
- Penguatan standarisasi layanan agen perjalanan anggota ASTINDO untuk segmen wisata halal.
- Kolaborasi lintas sektor antara penyedia akomodasi, maskapai, dan regulator pariwisata.
Poin Kunci yang Perlu Dipantau: Efektivitas regulasi turunan dari kementerian terkait serta realisasi investasi infrastruktur penunjang di daerah tujuan wisata baru guna memastikan pertumbuhan segmen wisata ramah muslim yang berkelanjutan.