Anggota DPR Amerika Serikat dari distrik ke-15 New York, Ritchie Torres, resmi memperkenalkan Rancangan Undang-Undang (RUU) bertajuk Power To The Players Act. Regulasi ini dirancang untuk mengarahkan Komisi Perdagangan Federal (FTC) agar menetapkan aturan yang menjamin konsumen benar-benar memiliki salinan video game yang mereka beli, alih-alih sekadar memegang hak akses lisensi digital yang sewaktu-waktu dapat ditarik.
Ancaman Lisensi Digital dan Erosi Hak Konsumen
Selama satu dekade terakhir, industri game bergeser masif dari media fisik ke distribusi digital. Perubahan ini membuat praktik pencabutan akses game oleh penerbit menjadi hal yang lumrah ketika masa lisensi habis atau server dimatikan. RUU baru ini menargetkan praktik tersebut dengan mewajibkan transparansi dan kepastian hukum bagi pembeli.
- Mewajibkan FTC menerbitkan regulasi kepemilikan produk digital dalam industri hiburan interaktif.
- Melindungi konsumen dari kerugian akibat penutupan server game yang dibeli secara permanen.
- Mengubah model bisnis penerbit besar yang selama ini mengandalkan perjanjian lisensi end-user (EULA).
Poin Kunci yang Perlu Dipantau: Perkembangan proses legislasi di Kongres AS serta respons dari asosiasi industri game besar terhadap potensi perubahan struktur penjualan digital global.